Sang Komandan yang Tegas & Sigap
Ketika melintasi kampus
Universitas Bunda Mulia, kita tentu dapat merasakan suasana yang tertib &
kondusif. Hal tersebut tentu tidak terlepas dari peran penting para petugas
keamanan di lingkungan kampus tersebut. Namun tahukah anda siapa sosok komandan
dibalik pasukan keamanan Universitas Bunda Mulia?
Beliau adalah Junaldi, pria
bertubuh kekar dengan kulit kecoklatan
dengan seragam security berwarna biru dongker yang setia melekat di
tubuhnya. Pria berusia empat puluh dua tahun ini adalah komandan security
Universitas Bunda Mulia.
Dengan slogan “semangat empat
lima!” yang dimilikinya, Junaldi mengkoordinir para anggotanya. Slogan ini pula
lah yang membangkitkan semangat membara dalam diri Junaldi dan para anggotanya
untuk terus bekerja secara maksimal bagi Universitas Bunda Mulia yang telah
mempekerjakannya semenjak tahun 2012.
Pria berdomisili di Jakarta Barat ini bekerja senin hingga
jumat selama 12 jam terhitung dari pagi hari awal perkuliahan berlangsung.
Sementara para anggotanya dibagi menjadi tiga regu yang masing-masing di sebut
sebagai Regu A, Regu B, dan Regu C yang bekerja secara bergilir selama 2 hari
pagi & 2 hari shift malam.
Menurut Junaldi, pekerjaan yang
diembannya saat ini cukup menantang karena memiliki tanggung jawab yang besar,
contohnya ketika terjadi tabrakan di sekitar lingkungan UBM, timnya harus
segera melaporkan kejadian terebut pada pihak lakalantas terdekat segera
setelah menolong sang korban. Bila terjadi laporan kehilangan di lingkungan kampus,
timnya juga lah yang harus mengungkap pelaku dan bila terjadi keributan, pihak
security lah yang tentunya harus meredakan kondisi tersebut. Kasus terbesar yang
pernah ditangani oleh Junaldi dan tim nya sendiri adalah ketika beberapa petugas
kepolisian mendatangi UBM dan mengatakan bahwa telah terjadi pembunuhan
disekitar tol Bekasi yang menyebabkan meninggalnya mahasiswi dari Universitas
Bunda Mulia.
Ditengah semangatnya yang
membara ketika menceritakan sederet pengalaman hidupnya tersebut, Junaldi
mengaku senang bekerja di UBM karena ia merasa dapat lebih akrab dengan
individu-individu di dalamnya. Namun selain suka, ia juga mengutarakan beberapa
kisah duka nya selama bekerja di UBM, diantaranya ketika tugas berat yang
diberikan tidak terlaksana & tim nya menerima komplain dari pihak UBM.
Namun yang paling berbekas di ingatan Junaldi adalah ketika
banjir besar melanda UBM hingga ia dan tim nya terpaksa menginap selama 3 hari
3 malam di UBM dengan hanya mengkonsumsi roti & mie dikarenakan akses jalan
yang tergenang banjir dan menghalangi jalur pulang ia dan tim nya. Saat itu
pula ia harus mengkoordinir mahasiswa dari dormitory
yang berada tidak jauh dari area kampus dikarenakan kondisi dormitory yang saat itu mengalami pemadaman
listrik karena cuaca buruk dan banjir besar yang melanda Jakarta Utara. Para
mahasiswa-mahasiswi tersebut kemudian diungsikan ke UBM agar mendapatkan akses
listrik yang memadai.
Hal ini lah yang kemudian membuat saya kagum dengan sosok
inspiratif dari seorang Junaldi, Komandan Security yang tanpa mengeluh terus
berusaha melakukan yang terbaik demi loyalitas pada pekerjaannya. Ia juga
merupakan sosok ayah penyayang keluarga yang sangat mencintai keluarganya namun
selalu berusaha untuk tidak melalaikan tugasnya karena urusan keluarga.
Sebagai penutup, Junaldi
menyampaikan beberapa pesan untuk para mahasiswa-mahasiswi di Universitas Bunda
Mulia, “Mahasiswa jagalah barang-barang pribadi seperti dompet, kunci Hp, &
notebook karena keamanan lingkungan UBM adalah tugas pihak security dan dibantu
oleh kesadaran dari seluruh anggota Universitas Bunda Mulia.”, ucapnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar