Senin, 07 November 2016

Feature travel


                                                            Pasar Apung yang Menawan
Hijaunya pohon pinus dan cemara yang rindang di sepanjang sisi jalanan menemani keindahan puluhan pasang kaki yang berjalan menapaki nya. Semilir angin sejuk terus menghantarkan langkah kaki saya melewati berbagai taman serta danau yang indah yang akhirnya terhenti di depan sebuah pemandangan menakjubkan di depan mata saya, pasar apung.
Floating Market Lembang, di sinilah saya berada. Tempat wisata yang terkenal sebagai satu-satunya pasar apung di Bandung ini menyuguhkan kesejukan udara lembang yang dikolaborasikan dengan berbagai taman, danau, kebun hingga wisata kuliner unik diatas kapal-kapal apungnya.
Saat baru menapaki kaki di wilayah floating market ini, mata saya menangkap keunikan dari pola bangunan nya, sebuah rumah klasik menyerupai rumah joglo. Cukup unik jika menimbang lokasinya yang berada di Bandung. Berjalan masuk kedalamnya, saya kemudian membeli tiket yang pada saat itu harganya Rp. 15.000,- per orang. Tiket masuk itu juga dapat ditukarkan dengan segelas kopi hangat yang terletak di samping loket pembelian tiket.
Sebelum menjelajahi tempat unik ini, saya juga ditawarkan untuk membeli kepingan koin berwarna kuning dan biru yang belambangkan perahu ditengahnya yang masing-masing nya memiliki nominal  5000 dan 10.000 rupiah. Kepingan uang tersebut lah yang akan digunakan untuk menjadi alat tukar selama berbelanja di lokasi tersebut.
Berbagai fasilitas seperti toilet, mushola dan restoran juga tersedia di dalam Floating Market ini. Keseluruhan dari tempat tersebut di desain unik dengan dinding-dinding kayu yang di cat kecoklatan sehingga menambah nuansa alami dari tempat ini.
Setelah puas menelurusi jalan setapak nya, tibalah saya di pasar apung nya yang terkenal. Berbagai macam kuliner di jajakan di atas kapal-kapal terapung oleh para pedagangnya. Mulai dari kerak telor, sate, soto, hingga berbagai kue-kue unik untuk para buah hati pelanggannya. Untuk dapat membeli berbagai hidangan tersebut, saya harus menggunakan koin-koin yang telah saya tukarkan sebelumnya.
Di akhir perjalanan, setelah melewati pasar apung. Saya menemui berbagai taman menarik, seperti taman kelinci dan taman-taman hijau lainnya yang digunakan oleh para wisatawan sebagai area berfoto bersama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar