Semangat Juang
Pedagang Soto
Hari ini di siang hari yang terik, terlihat seorang wanita
berkerudung dengan warna yang senada, biasa teman-temannya memanggil nya
Marui yang sedang menjajakan dagangannya
di kantin kampus kita tercinta, dengan hati yang ramah dan sederhana membuat
Marui disenangi oleh teman-teman yang teman-teman satu profesi dengannya maupun
pelanggan yang sering membeli dagangannya.
Pada awalnya Marui adalah seorang ibu rumah tangga yang
hanya mengurusi anak –anaknya yang masih sangat kecil, namun tepatnya pada
tahun 2001 musibah terjadi menimpa Marui, rumah yang biasa dia tinggali dengan
keluarganya dilahap habis oleh si jago
merah, tidak ada barang yang tersisa, semua hancur dan rata dengan tanah.
Beruntung tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut. Akibat dari musibah
yang dialaminya, Marui beserta keluarganya mengungsi di rumah orang tuanya yang
di Bogor.
Seputuh tahun sudah berlalu , tetapi ingatan masa lalu
masih membekas di keluarga Marui, membuat mereka menjadi waspada terhadap
keadaan sekitarnya. Marui sempat mengalami
trauma akibat kejadian masa lalu itu.
Namun berselang beberapa tahun, cobaan dating menghampiri
Marui. Sang suami tercinta pergi untuk selama-lamanya dan takkan pernah
kembali. Marui dengan sabar dan iklas menerima suami tercinta yang sudah
melewatu masa-masa sulit bersama.
Tetapi walaupun cobaan dan rintangan yang terus
mendatanginya, Marui tidak pernah patah semangat. Walaupun keadaan ekonomi keluarganya yang sangat berkecukupan, Marui
tetap berusaha untuk memenuhi kebutuhannya dan kedua buah hatinya yang harus ia
jaga dan dibesarkan dengan baik.
Pada kesempatan kali ini
saya diberi tugas untuk mencoba mengoreksi hasil karya salah seorang teman saya
yang berupa sebuah feature profil. Pada dasarnya memang tak ada gading yang tak
retak, semua orang pasti pernah melakukan kesalahan, termasuk saya yang belum
sempurna dalam mengoreksi feature berikut.
Sebelumnya sebagai
pengantar saya akan sedikit menjabarkan mengenai pengertian dari feature
profil, Sesuai namanya, feature profile merupakan tulisan yang
menceritakan profil tentang seorang yang menarik. Biasanya tentang mereka
yang sukses atau memiliki pengalaman hidup yang pantas menjadi suri tauladan
atau bisa membangkitkan inspirasi dan atau empati bagi banyak orang.
Tokoh yang dipilih tidak
harus orang terkenal (name makes news), tapi bisa saja orang di sekitar kita,
yang pengalaman hidupnya pantas diceritakan kepada khalayak.
Feature profile harus
mampu menggambarkan secara utuh tentang subjek yang diprofilkan, termasuk
mengungkapkan secara pas karakter sang tokoh. Profil harus
menceritakan ciri fisik yang menonjol (tapi jangan membuat dia malu atau
terhina), usia, suku, agama, jumlah keluarga, status dalam keluarga,
pendidikan, serta keahlian sang tokoh. Juga harus menjelaskan karakter
spesifik, pandangan hidup, serta hal-hal prinsip yang disukai dan tidak
disukainya. Paling penting harus menceritakan tentang pengalaman hidup,
suka duka yang pernah dialami, dan bagaimana dia mengatasi hambatan dan
menyikapi kesuksesan. (source : http://arje.weblog.esaunggul.ac.id/menulis-feature-profil/
)
Namun kali ini saya tidak
akan berpanjang lebar mengenai isi dari feature profile tersebut, saya akan lebih
condong untuk mengoreksi dari segi penulisan dan kata-katanya. Berikut adalah
beberapa hasil koreksian yang telah saya temukan :
·
Pada paragraf pertama, banyak nya penggunaan tanda koma (,)
membuat kalimat terkesan sangat panjang dan pengulangan kata ‘teman-teman’ yang
berulang membuat kalimat menjadi tidak efektif.
·
Pada kalimat terakhir di paragraf kedua, penggunaan kata ‘yang’
yang terletak sebelum kata ‘di Bogor’ dirasa kurang tepat. Mungkin kalimat tersebut
akan lebih baik jika diubah menjadi :
-
Akibat
dari musibah yang dialaminya, Marui beserta keluarganya mengungsi di rumah
orang tuanya yang berada di Bogor.
Atau,
-
Akibat
dari musibah yang dialaminya, Marui beserta keluarganya mengungsi di rumah
orang tuanya di Bogor.
·
Pada paragraf
ketiga, kata ‘sepuluh’ mengalami sedikit kesalahan pengetikan menjadi ‘seputuh’,
dan juga penggunaan kata ‘masa lalu’ dirasa boros karena adanya beberapa kali
pengulangan pada kata tersebut. Berikut adalah penulisan yang saya
rekomendasikan :
·
Dalam paragraf keempat, terdapat sedikit
kesalahan pengetikan dalam kata datang (menjadi dating) dan kata melewati
menjadi (melewatu). Serta kalimat ‘Walaupun
keadaan ekonomi keluarganya yang sangat
berkecukupan’ menimbulkan kebingungan oleh pembaca karena ibu Marui yang
hidup berkecukupan namun berjualan soto. Setelah saya mengkonfirmasi hal
tersebut pada Rachel, ia berkata bahwa sebenarnya dahulu suami ibu tersebut
adalah seorang manajer perusahaan sebelum ia meninggal. Sehingga saya mengambil
kesimpulan bahwa ada fakta yang dihilangkan dalam feature tersebut.
Secara keseluruhan, tulisan Rachel yang saya kutip dari blog http://rachelveronika.blogspot.co.id/?view=classi
tersebut sudah cukup baik. Hanya terdapat sedikit ambiguitas kata dan kesalahan
dalam penulisan menurut EYD.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar