Senin, 28 November 2016

Mengoreksi Feature Teman


 Semangat Juang Pedagang Soto



Hari ini di siang hari yang terik, terlihat seorang wanita berkerudung dengan warna yang senada, biasa teman-temannya memanggil nya Marui  yang sedang menjajakan dagangannya di kantin kampus kita tercinta, dengan hati yang ramah dan sederhana membuat Marui disenangi oleh teman-teman yang teman-teman satu profesi dengannya maupun pelanggan yang sering membeli dagangannya.
Pada awalnya Marui adalah seorang ibu rumah tangga yang hanya mengurusi anak –anaknya yang masih sangat kecil, namun tepatnya pada tahun 2001 musibah terjadi menimpa Marui, rumah yang biasa dia tinggali dengan keluarganya  dilahap habis oleh si jago merah, tidak ada barang yang tersisa, semua hancur dan rata dengan tanah. Beruntung tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut. Akibat dari musibah yang dialaminya, Marui beserta keluarganya mengungsi di rumah orang tuanya yang di Bogor.
Seputuh tahun sudah berlalu , tetapi ingatan masa lalu masih membekas di keluarga Marui, membuat mereka menjadi waspada terhadap keadaan sekitarnya. Marui sempat mengalami  trauma akibat kejadian masa lalu itu.
Namun berselang beberapa tahun, cobaan dating menghampiri Marui. Sang suami tercinta pergi untuk selama-lamanya dan takkan pernah kembali. Marui dengan sabar dan iklas menerima suami tercinta yang sudah melewatu masa-masa sulit bersama.
Tetapi walaupun cobaan dan rintangan yang terus mendatanginya, Marui tidak pernah patah semangat.  Walaupun keadaan ekonomi  keluarganya yang sangat berkecukupan, Marui tetap berusaha untuk memenuhi kebutuhannya dan kedua buah hatinya yang harus ia jaga dan dibesarkan dengan baik.


Pada kesempatan kali ini saya diberi tugas untuk mencoba mengoreksi hasil karya salah seorang teman saya yang berupa sebuah feature profil. Pada dasarnya memang tak ada gading yang tak retak, semua orang pasti pernah melakukan kesalahan, termasuk saya yang belum sempurna dalam mengoreksi feature berikut.
Sebelumnya sebagai pengantar saya akan sedikit menjabarkan mengenai pengertian dari feature profil, Sesuai namanya, feature profile  merupakan tulisan yang menceritakan  profil tentang seorang yang menarik. Biasanya tentang mereka yang sukses atau memiliki pengalaman hidup yang pantas menjadi suri tauladan atau bisa membangkitkan inspirasi dan atau empati bagi banyak orang.  
Tokoh yang dipilih tidak harus orang terkenal (name makes news), tapi bisa saja orang di sekitar kita, yang pengalaman hidupnya pantas diceritakan kepada khalayak.
Feature profile harus mampu menggambarkan secara utuh  tentang subjek yang diprofilkan, termasuk mengungkapkan secara  pas karakter sang tokoh.  Profil harus menceritakan ciri fisik yang menonjol (tapi jangan membuat dia malu atau terhina), usia,  suku, agama, jumlah keluarga, status dalam keluarga, pendidikan, serta keahlian sang tokoh. Juga harus menjelaskan karakter spesifik, pandangan hidup, serta hal-hal prinsip yang disukai dan tidak disukainya. Paling penting  harus menceritakan tentang pengalaman hidup, suka duka yang pernah dialami, dan  bagaimana dia mengatasi hambatan dan menyikapi kesuksesan. (source : http://arje.weblog.esaunggul.ac.id/menulis-feature-profil/ )
Namun kali ini saya tidak akan berpanjang lebar mengenai isi dari feature profile tersebut, saya akan lebih condong untuk mengoreksi dari segi penulisan dan kata-katanya. Berikut adalah beberapa hasil koreksian yang telah saya temukan :
·         Pada paragraf pertama, banyak nya penggunaan tanda koma (,) membuat kalimat terkesan sangat panjang dan pengulangan kata ‘teman-teman’ yang berulang membuat kalimat menjadi tidak efektif.
·         Pada kalimat terakhir di paragraf kedua, penggunaan kata ‘yang’ yang terletak sebelum kata ‘di Bogor’ dirasa kurang tepat. Mungkin kalimat tersebut akan lebih baik jika diubah menjadi :
-          Akibat dari musibah yang dialaminya, Marui beserta keluarganya mengungsi di rumah orang tuanya yang berada di Bogor. Atau,
-          Akibat dari musibah yang dialaminya, Marui beserta keluarganya mengungsi di rumah orang tuanya di Bogor.
·         Pada paragraf ketiga, kata ‘sepuluh’ mengalami sedikit kesalahan pengetikan menjadi ‘seputuh’, dan juga penggunaan kata ‘masa lalu’ dirasa boros karena adanya beberapa kali pengulangan pada kata tersebut. Berikut adalah penulisan yang saya rekomendasikan :
Seputuh (sepuluh) tahun sudah berlalu , tetapi (namun) ingatan masa lalu (tersebut) masih membekas di keluarga Marui, membuat mereka menjadi waspada terhadap keadaan sekitarnya. (Akibat kejadian tersebut) Marui sempat mengalami  trauma akibat kejadian masa lalu itu.
·         Dalam paragraf keempat, terdapat sedikit kesalahan pengetikan dalam kata datang (menjadi dating) dan kata melewati menjadi (melewatu). Serta kalimat ‘Walaupun keadaan ekonomi  keluarganya yang sangat berkecukupan’ menimbulkan kebingungan oleh pembaca karena ibu Marui yang hidup berkecukupan namun berjualan soto. Setelah saya mengkonfirmasi hal tersebut pada Rachel, ia berkata bahwa sebenarnya dahulu suami ibu tersebut adalah seorang manajer perusahaan sebelum ia meninggal. Sehingga saya mengambil kesimpulan bahwa ada fakta yang dihilangkan dalam feature tersebut.
Secara keseluruhan, tulisan Rachel yang saya kutip dari blog http://rachelveronika.blogspot.co.id/?view=classi tersebut sudah cukup baik. Hanya terdapat sedikit ambiguitas kata dan kesalahan dalam penulisan menurut EYD.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar