(UBM
News, Jakarta) - Persija Jakarta baru saja menjuarai Piala Presiden pada
Sabtu (17/2/2018) malam kemarin. Namun kemenangannya atas Bali United itu
menimbulkan pekerjaan rumah bagi pemerintah.
Bagaimana tidak, SUGBK yang baru saja direnovasi dengan
biaya Rp 770 miliar, dari pajak masyarakat, mengalami kerusakan karena oknum
suporter The Jakmania. Kondisi ini disayangkan karena renovasi SUGBK untuk
persiapan menuju Asian Games 2018.
Tak cuma
beberapa kursi, pagar pembatas lapangan, dan juga gerbang GBK yang rusak, tapi
taman-taman di sekitar GBK juga hancur terinjak-injak
Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks GBK Winarto sudah
merinci sejumlah kerusakan fasilitas di Stadion GBK pada final Piala Presiden.
Kerusakannya beragam.
"Pertama ada 3 pintu masuk yang rusak. Kerusakannya
beragam dari yang miring sampai engsel patah. Kedua, ada 7 segmen (pembatas
antara penonton dengan lapangan). Satu segmennya berupa satu modulu dengan
ukuran 1 x2,3 meter. Sementara kemarin ada 7 segmen yang roboh. Itu bersambungan
satu sama lain," sambung Winarto.
"Ketiga, ada satu kursi yang (baut) lepas. Kemudian
taman di kawasan GBK yang tertinjak-injak."
Lebih lanjut, Winarto menyebut kerugian yang perbaikan
maksimal Rp 150 juta.
"Ini pelajaran
buat kita, kenapa penyebabnya ini saya hanya mengimbau aja, kok bisa begini.
Kerusakan apapun akan kita perbaiki, kita monitor terus kondisi di GBK
ini," sambung Basuki.
Menteri Perumahan Umum dan Pekerjaan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, juga turut menyesali perusakkan SUGBK oleh suporter.
Menteri Perumahan Umum dan Pekerjaan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, juga turut menyesali perusakkan SUGBK oleh suporter.
"Ini pelajaran
buat kita, kenapa penyebabnya ini saya hanya mengimbau aja, kok bisa begini.
Kerusakan apapun akan kita perbaiki, kita monitor terus kondisi di GBK
ini," sambung Basuki.
"Ini
dibangun dengan uang pajak kita semua kok bisa dirusak oleh kita sendiri? Kita
sudah silakan dipakai kok bisa rusak padahal masih ada final AFC,"
tutupnya. Dihitung
kontraktor sejatinya hanya Rp 100 juta. Namun, Kementerian PUPR mematok angka
perbaikan maksimal 150 juta.
"Waktu
perbaikannya pun menurut kontraktor Rabu selesai, tapi bahasa pak Menteri
(Basuki Hadimuljono) sepekan. Di samping itu, seluruh kerusakan sebenarnya juga
sudah dijamin dalam kontrak pada 12 Februari 2018. Di mana di dalam kontrak
antara PPK GBK dengan pihak PT Liga Indonesia Baru ada nilai sewa dan nilai
jaminannya di poin 12. Salah satunya soal uang jaminan kerusakan Rp 1,5
miliar."
"Jadi
dengan demikian posisi hari ini sama clear dan kita harus sama-sama move on.
Lakukan perbaikan dan dorong setiap cabor, khususnya sepakbola agar terus
bergulir supaya maju," tutupnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar